Samudera Shipping Berencana Buang Kapal Tua

Samudera Shipping Berencana Buang Kapal Tua

Dalam upaya untuk meningkatkan utilisasi asetnya, Jalur Pengiriman Samudera yang berbasis di Singapura mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk membuang enam kapal berbendera Indonesia di armada pelayaran domestiknya di Indonesia.

Perusahaan menginformasikan bahwa kapal yang dimaksud “tidak lagi memberi manfaat ekonomi” karena usianya.

Selain itu, menurut hukum pelayaran Indonesia, Samudera Shipping tidak dapat memperbarui armada di dalam negeri berdasarkan struktur operasinya saat ini. Mandat undang-undang bahwa hanya kapal berbendera Indonesia yang dapat digunakan dalam kegiatan pelayaran domestik dan membatasi pendaftaran kapal tersebut ke perusahaan atau perusahaan Indonesia yang mayoritas dimiliki oleh orang Indonesia.

Oleh karena itu, kelompok tersebut dilarang mendaftarkan kapal berbendera Indonesia tambahan, karena operasinya di Indonesia dimiliki mayoritas oleh kelompok tersebut, Samudera Shipping mengatakan, menambahkan bahwa hal tersebut akan menilai kembali strategi domestik Indonesia “untuk mempertimbangkan peraturan dan persyaratan daerah.”

Selanjutnya, penjualan kapal-kapal ini diharapkan dapat membebaskan perusahaan “sumber daya berharga yang dapat dipindahtangankan ke usaha dan peluang di pasar lain di wilayah ini.”

Rencana tersebut diresmikan sebagai bagian dari laporan keuangan tahunan perusahaan, di mana Samudera Shipping mengatakan bahwa pendapatan untuk tahun fiskal 2016 turun menjadi USD 260,5 juta dari USD 317,7 juta yang terlihat pada tahun keuangan sebelumnya, yang merupakan penurunan 18%, terutama didorong dengan kebangkrutan Hanjin Shipping, dengan siapa Samudera memiliki pengaturan pertukaran slot.

2016 adalah “tahun yang penuh gejolak” karena industri ini melanjutkan perjuangannya dengan angin puyuh yang kuat dari isu-isu yang telah lama ditarik yang berkaitan dengan kelebihan kapasitas yang terus-menerus, perdagangan global yang lemah dan volatilitas tingkat barang.

Perusahaan mendivestasikan empat kapal pada tahun fiskal 2016 dan dua pada kuartal pertama tahun fiskal 2017, yang semuanya ditandai oleh Indonesia, cukup umur dan tidak lagi kompetitif terhadap kapal baru dan lebih efisien yang berada di perairan Indonesia.

“Di tahun depan, prospek pertumbuhan perdagangan global masih relatif teredam, dengan ketidakpastian geopolitik internasional yang berpotensi menimbulkan angin sakal terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, masih banyak yang harus dilakukan untuk menjembatani kesenjangan antara penawaran dan permintaan dalam pengiriman kontainer. Kondisi operasi di industri pelayaran kontainer diharapkan bisa sulit, “kata Ketua Eksekutif perusahaan, Masli Mulia.

Jepang Masih Ingin Membangun Pelabuhan Di Indonesia

Jepang Masih Ingin Membangun Pelabuhan Di Indonesia

Pembatalan rencana pekan lalu untuk membangun pelabuhan Cilamaya tidak menghalangi Jepang untuk membangun pelabuhan di Indonesia, Yusron Ihza Mahendra, Duta Besar Indonezia ke Jepang dilaporkan oleh Antara News setempat.

Setelah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan tim Kaidanren Jepang, Mahendra mengatakan bahwa dirinya yakin Jepang masih dalam permainan, namun kemungkinan besar akan melakukan studi sebelum bergerak maju dengan proyek berikutnya.

Jepang tertarik membangun pelabuhan di Indonesia dan mengubahnya menjadi hub untuk ekspor otomotif.

Pekan lalu, pemerintah Indonesia mencoret proyek pembangunan pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, karena berencana memindahkan pelabuhan baru ke timur untuk mencari jalur pelayaran yang jelas yang tidak terhalang oleh platform lepas pantai.

Menteri Koordinator Kelautan Indonesia, Indroyono Susilo mengatakan bahwa pemerintah masih mencari lokasi baru ke arah timur dari perairan Cilamaya, yang ditandai dengan sekitar 80 platform lepas pantai.

Indroyono mengatakan bahwa tujuan utamanya sekarang adalah menemukan jalur sepanjang sepuluh kilometer yang menawarkan jalur aman untuk kapal komersial.

Pemerintah berencana melakukan studi kelayakan baru untuk pelabuhan baru yang menurut Indroyono harus beroperasi pada 2020, dan membantu meredakan kemacetan di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Meskipun mengalami pembatalan, pihak Jepang tampaknya bersedia untuk memenuhi beberapa ketentuan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia dalam membangun pelabuhan baru yang ingin dibangun oleh Jepang. Ini memang bagi Jepang adalah salah satu langkah yang ingin diambil mengingat pihak Jepang cukup memerlukan akses ke negara-negara lain.

Di pihak lain, Indonesia tengah berbenah dan membuat kebijakan yang membuat untuk pendapatan negara semakin meningkat. Semua ini tidak terlepas dari banyaknya perubahan dan pengoptimalan kemaritiman dari pihak pemerintah Indonesia untuk mengoptimakan layanan kemaritiman.

Terminal Pelabuhan Baru Di Jakarta Mulai Beroperasi

Terminal Pelabuhan Baru Di Jakarta Mulai Beroperasi

Sebuah terminal kontainer baru yang dibangun oleh Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (NYK Line), PT. Pelabuhan Indonesia II (IPC), Mitsui dan PSA International (PSA) telah memulai operasi komersial di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia.

Terminal baru ini akan dioperasikan oleh perusahaan yang baru didirikan PT New Priok Container Terminal One, perusahaan patungan yang didirikan oleh IPC, Mitsui, PSA dan NYK Line untuk membangun dan mengelola terminal.

Terminal kontainer ini diharapkan memiliki kapasitas penanganan tahunan sekitar 1,5 juta TEUs. Terminal ini memiliki panjang dermaga keseluruhan 850 meter dan draft 16 meter dan mampu menangani kapal kontainer mega.

Kembali pada bulan Desember 2014, perusahaan-perusahaan tersebut bekerja sama untuk membangun terminal baru karena pesatnya pertumbuhan lalu lintas peti kemas di Indonesia.

Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, yang merupakan pelabuhan terbesar di Indonesia, menangani sebagian besar lalu lintas peti kemas internasional di Indonesia.

Terminal baru ini merupakan bagian dari proyek perluasan Korporasi Indonesia (IPC) yang mencakup pembangunan tujuh terminal dan dua terminal produk pada tahun 2023. Dengan terminal baru, pelabuhan tersebut akan memiliki kapasitas untuk menangani 18 juta TEUs setiap tahunnya.

Dengan kenaikan kapasitas ini, diharapkan kualitas dan peningkatan dari pelabuhan ini akan meningkatkan pendapatan untuk negara. Ini menjadikan Indonesia semakin menunjukkan kenaikan dalam bidang kemaritiman yang digagas oleh pemerintah untuk dapat berkembang lebih pesat dan lebih dapat bersaing dengan negara lain.

Sebagai negara kepulauan, memang Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang memiliki potensi sangat bagus untuk mendapatkan keuntungan dan menguasai wilayah kemaritiman. Ini memang masih belum tercapai sepenuhnya, namun potensi ini akan dapat diwujudkan bila sedikit demi sedikit peningkatan kualitas dapat diraih.

Bongkar Muat Pelindo 3 Dapat Pujian Dari Kapten Kapal

Bongkar Muat Pelindo 3 Dapat Pujian Dari Kapten Kapal

PT Terminal Teluk Lamong yang merupakan anak usaha Pelindo III menjadi perhatian karena layanan bongkar muat yang ada dipelabuhan tersebut sangat cepat. Penanganan pada bisnis seperti petikemas dan curah kering dapat dibongkar muat dengan cepat, hal ini pun kemudian mendapat pujian dari Kapten Kapal.

Hadirnya Panamax yang bersandar serta melakukan bongkar muat pada pelabuhan tersebut menjadi bukti nyata cekatannya layanan yang ada di Terimnal Teluk Lamong. Adapun ketika kedatangan kapal ini, Direktur Operasional Terminal Teluk Lamong, Rumaji menyambut kapal tersebut yang pada kapal terdapat bendera dari negara Liberia dan Malta.

Petikemas dari Teluk Lamong yang sudah melayani MV Irenes Rhythm sejak Agustus lalu memiliki panjang 222,17 meter serta membutuhkan setidaknya 12 meter untuk kedalaman. Berat dari kapal ini sendiri adalah 28.616 ton dan rutin melayani rute Busan – Gwangyang – Shanghai – Jakarta – Surabaya – Saigon.

Di Teluk Lamong sendiri, kapal ini akan melakukan bongkar muat seminggu sekali sesuai dengan perjanjian jadwal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Direktur Operasional Terminal Teluk Lamong, Rumaji menyambut kapten serta awak kapal Irenes ini. Kapten kapal itu sendiri mengaku sangat puas dengan layanan bongkar muat yang ada di Teluk Lamong.

Dengan bongkar muat lebih cepat dari perkiraan, kapal tersebut dapa berangkat lebih cepat. Hal ini pula yang membuat kapten kapal tersebut memuji pelayanan serta sambutan yang diberikan oleh Terminal Teluk Lamong.

Rupanya pujian untuk kecepatan bongkar muat yang ada di Teluk Lamong juga didapat dari MV Okinawa. Kapal ini bermuatan pakan ternak dari rute Brazil – Jepang. Kapal ini sendiri menghampiri 20 pelabuhan, termasuk Indonesia.

Sama seperti MV Irenes Rhythm, MV Okinawa pun memuji kecepatan dan layanan yang diberikan oleh Teluk Lamong dalam melakukan bongkar muat barnag yang dibawa.

Setelah bertemu dengan kapten MV Irenes, perwakilan Teluk Lamong pun menghampiri kapten MV Okinawa dan turut mendapat pujian atas layanan yang baik yang diberikan oleh Teluk Lamong untuk kapal mereka yang sedang bersandar pada pelabuhan itu.